Kualitas Udara Tebo Masih Mengkhawatirkan, ISPU Masuk Kategori Tidak Sehat

Tebo masih diselimuti kabut asap karhutla.
KABARTEBO.COM – Warga Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, masih perlu mewaspadai kondisi kualitas udara pada Senin (19/10/2026) pagi. Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, menunjukkan angka 185 dengan kategori tidak sehat pada pukul 06.00 WIB.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pencemaran udara dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Dalam data pemantauan tersebut, PM2.5 menjadi salah satu parameter pencemaran yang perlu diperhatikan. Partikel halus ini berukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup hingga ke bagian dalam paru-paru.
Ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat disarankan membatasi kegiatan di luar ruangan, khususnya aktivitas fisik berat. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga perlu mempertimbangkan penggunaan respirator yang mampu menyaring partikel halus, seperti N95 atau KN95.
Selain itu, masyarakat diharapkan segera mengurangi paparan asap apabila mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lain yang diduga berkaitan dengan pencemaran udara. Jika muncul gejala berat, segera cari pertolongan medis.
Angka ISPU 185 ini menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara di Tebo masih membutuhkan perhatian serius. Pemantauan berkala diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi udara membaik atau justru kembali memburuk.
Di sisi lain, upaya pencegahan dan penanganan sumber pencemaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan, perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak terus-menerus terpapar udara yang berisiko bagi kesehatan.
Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi perkembangan ISPU dan menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi udara terkini.
Data ISPU: Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Senin, 19 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB. Indeks 185, kategori tidak sehat.***