Bukan Lagi Sekadar Kabut Asap, ISPU Tebo 815, Udara Bedaro Rampak Berstatus Berbahaya
TEBO – Udara Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Kamis pagi, 8 Oktober 2026, berada dalam kondisi yang patut diwaspadai. Bukan sekadar kabut asap yang mengganggu pandangan, kualitas udara di salah satu titik pemantauan bahkan tercatat masuk kategori berbahaya.
Data resmi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mencatat, kualitas udara di Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, mencapai ISPU 815 pada pukul 07.00 WIB, dengan parameter pencemar PM10.
Angka tersebut menempatkan kualitas udara Tebo dalam kategori BERBAHAYA.
Data itu sekaligus menempatkan Kabupaten Tebo di jajaran daerah dengan nilai ISPU tertinggi yang terpantau pada Kamis pagi. Dalam daftar tersebut, Tebo berada di posisi kesembilan dengan angka 815.
Kondisi lebih tinggi tercatat di Palangkaraya Jekan Raya dengan ISPU 4.154, Kabupaten Murung Raya 2.466, Kabupaten Kotawaringin Timur 1.453, Kabupaten Gunung Mas 1.140, Kabupaten Katingan 1.020, Palembang Bukit Kecil 994, Kabupaten Barito Selatan Sanggu 975, dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir 969.
Di bawah Tebo terdapat Kabupaten Barito Kuala dengan ISPU 783.
Yang membuat kondisi ini semakin serius adalah parameter PM10 yang menjadi pencemar utama pada stasiun pemantauan Bedaro Rampak.
Dalam sistem ISPU KLH/BPLH, kategori berbahaya menggambarkan kondisi kualitas udara yang dapat menimbulkan dampak kesehatan serius pada populasi.
Artinya, angka 815 bukan lagi sekadar angka dalam tabel pemantauan. Nilai tersebut menjadi peringatan keras mengenai kondisi udara yang sedang dihirup masyarakat Tebo.
Terlebih, dalam beberapa hari terakhir kabut asap masih terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Tebo. Keluhan masyarakat terkait mata perih, jarak pandang yang terganggu hingga rasa tidak nyaman saat bernapas juga terus menjadi perhatian.
Situasi ini membuat perlindungan terhadap masyarakat menjadi semakin penting. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan warga dengan gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian khusus ketika kualitas udara berada pada level berbahaya.
Kondisi tersebut juga menambah tekanan terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tebo. Sebab, selama sumber asap belum sepenuhnya dikendalikan, masyarakat akan terus berhadapan dengan risiko memburuknya kualitas udara.
Data resmi KLH/BPLH tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan kabut asap di Tebo pagi ini sudah berada pada level yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
ISPU 815. Kategori berbahaya. Parameter PM10. Tebo sedang tidak baik-baik saja.***
Data dikutip dari laman resmi Indeks Standar Pencemar Udara Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada Kamis, 8 Oktober 2026. ("ispu.kemenlh.go.id" (https://ispu.kemenlh.go.id/app/))
