Udara Tebo Tak Sehat, Temenggung Apung: Baru Kali Ini Saya Sesak Lagi

Suku Anak Dalam kelompok Temenggung Apung di Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.
Kabartebo.com – Kabut asap yang belum juga beranjak dari Kabupaten Tebo mulai meninggalkan keluhan kesehatan di tengah masyarakat. Salah satunya dirasakan Temenggung Apung, pemimpin komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir.
Beberapa hari terakhir, Temenggung Apung mengaku mengalami sesak napas. Kondisi tersebut disertai rasa perih pada mata akibat paparan kabut asap yang menyelimuti wilayah tempat mereka beraktivitas.
Bagi Temenggung Apung, sesak napas kali ini terasa berbeda. Ia menyebut sudah sekitar empat tahun tidak lagi merokok dan selama itu tidak mengalami keluhan serupa.
“Sejak berhenti merokok sekitar 4 tahun yang lalu, baru ini saya mengalami sesak napas kembali,” katanya.
Ia pun berharap kabut asap segera menghilang dan kondisi udara di Kabupaten Tebo kembali normal.
“Semoga kabut asap segera hilang dan kualitas udara kembali seperti biasanya,” harapnya.
Keluhan tersebut muncul di tengah buruknya kualitas udara di wilayah Tebo. Berdasarkan data pemantauan IQAir.com, Minggu (6/9/2026) pukul 12.00 WIB, indeks kualitas udara di sekitar Muara Tebo tercatat AQI⁺ US 194, yang berada dalam kategori Tidak Sehat.
Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi 116,4 µg/m³.
Kondisi ini menjadi alarm bagi masyarakat yang setiap hari harus beraktivitas di tengah udara yang tercemar. Terlebih bagi komunitas SAD yang banyak melakukan aktivitas di ruang terbuka.
Kabut asap yang berlangsung selama beberapa pekan kini bukan hanya membuat pandangan terganggu. Keluhan seperti mata perih dan sesak napas mulai dirasakan warga.
Asap masih menyelimuti Tebo. Udara belum kembali sehat. Dan warga mulai merasakan dampaknya.***