Udara Tebo Kembali Memburuk, AQI 245 dan PM2.5 Tembus 170,2

Tangkapan layar kualitas udara di Kabupaten Tebo.
TEBO — Kabut asap belum benar-benar pergi dari Tebo. Hingga Jumat (11/9/2026) malam, kualitas udara di sekitar Muara Tebo masih berada pada level sangat tidak sehat, dengan AQI⁺ mencapai 245 dan konsentrasi PM2.5 menembus 170,2 µg/m³.
Data pemantauan kualitas udara pada pukul 19.00 WIB tersebut menunjukkan tingginya paparan partikel halus di udara. Konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 34 kali nilai panduan tahunan WHO.
Tak hanya PM2.5, polutan partikulat lainnya juga berada pada angka tinggi. Konsentrasi PM10 tercatat 233 µg/m³.
Sementara parameter lainnya, yakni NO₂ sebesar 23 µg/m³, SO₂ 2 µg/m³, dan CO 772,6 µg/m³.
Kondisi tersebut terjadi ketika suhu udara berada di angka 29 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 5 km/jam dan kelembapan mencapai 67 persen.
Angka AQI 245 menegaskan bahwa persoalan kualitas udara di Tebo belum selesai. Setelah beberapa hari masyarakat menghadapi kabut asap dan udara tercemar, kondisi pada Jumat malam masih jauh dari kata sehat.
Kondisi ini semakin menjadi perhatian karena sejumlah wilayah Kabupaten Tebo masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Karhutla yang belum sepenuhnya tertangani berpotensi terus memengaruhi kualitas udara, terutama ketika asap bertahan di suatu wilayah akibat kondisi atmosfer dan pergerakan angin.
Bagi masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan warga yang sensitif terhadap polusi udara, kondisi seperti ini patut menjadi perhatian. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika paparan asap dan polusi meningkat.
Dengan AQI⁺ mencapai 245, Jumat malam ini menjadi pengingat bahwa persoalan asap dan kualitas udara di Tebo masih membutuhkan penanganan serius.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan pada pukul 19.00 WIB dan kondisi kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti cuaca, arah angin, serta kondisi sumber polusi di lapangan.***
Sumber: IQAir.com.