Tebo Belum Lepas dari Kepungan Asap Karhutla: PM2.5 27 Kali Panduan Tahunan WHO
Kabartebo.com – Udara di Kabupaten Tebo belum menunjukkan tanda-tanda benar-benar membaik. Ini terpantau pada Selasa (8/9/2026) pukul 18.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI⁺ US) di sekitar Muara Tebo kembali berada di angka 211, masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi ini menunjukkan masyarakat masih berhadapan dengan konsentrasi polutan yang tinggi, terutama PM2.5 yang tercatat mencapai 135,6 µg/m³.
Angka tersebut menjadi alarm serius. Berdasarkan data pemantauan, konsentrasi PM2.5 berada sekitar 27,1 kali nilai panduan tahunan WHO.
Bukan hanya PM2.5 yang tinggi. Konsentrasi PM10 tercatat 197 µg/m³, sementara NO₂ berada di angka 26 µg/m³, SO₂ 2 µg/m³ dan karbon monoksida (CO) 993,9 µg/m³.
Malam Hari Masih di Zona Merah
Buruknya kualitas udara diperkirakan belum berakhir pada malam ini.
Data prakiraan menunjukkan AQI diperkirakan berada di angka 207 pada pukul 19.00 WIB dan masih 203 pada pukul 20.00 WIB.
Artinya, penurunan angka indeks belum cukup untuk membawa kualitas udara keluar dari kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut memperpanjang rentetan buruknya kualitas udara Tebo dalam beberapa hari terakhir.
Bukan Sekadar Angka di Layar. AQI 211 bukan sekadar angka pada aplikasi pemantauan kualitas udara.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih dirasakan masyarakat, tingginya partikulat halus menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap sepele.
PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai jika harus beraktivitas di luar.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara perlu mendapat perhatian lebih.
Tebo Masih Dikepung Polusi
Dengan AQI kembali menembus angka 200, pertanyaan mengenai kapan masyarakat Tebo bisa menghirup udara yang benar-benar sehat kembali mencuat.
Pemerintah dan pihak terkait dituntut tidak hanya memantau angka indeks kualitas udara, tetapi juga memastikan sumber-sumber pencemaran ditangani secara serius.
Sebab, bagi masyarakat, persoalannya bukan sekadar AQI 211 di layar ponsel.
Persoalannya adalah udara yang setiap hari mereka hirup.
Sumber data: Pemantauan kualitas udara IQAir, Selasa 8 September 2026 pukul 18.00 WIB.
