Kabar Tebo

Kabar Tebo

  • Peristiwa
  • Sorot
  • Institusi
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Foto
  • Video
  • Beranda
  • Kriminal
  • Tebo

Tanah 1 Hektare Diduga Digali PETI, Warga Punti Kalo Gugat 4 Orang ke PN Tebo

Oleh KabarTeboCom
September 10, 2026

Ilustrasi gugatan sengketa tanah. 

TEBO
— Aktivitas dugaan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menyeret persoalan hingga ke meja hijau. Kali ini, sengketa menyangkut sebidang tanah seluas sekitar satu hektare yang diklaim telah dibeli warga Desa Punti Kalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

Pemilik lahan tersebut menggugat empat orang yang dalam perkara disebut dengan inisial IH, SM, SA dan WN ke Pengadilan Negeri Muara Tebo.

Gugatan itu diajukan setelah Penggugat mengklaim tanah yang dibelinya pada Juli 2025 justru ditemukan dalam kondisi telah dipenuhi aktivitas penambangan yang diduga dilakukan tanpa izin.

Kuasa hukum Penggugat, Dr. M. Azri, SH., MH, membenarkan gugatan tersebut. “Tanah itu dibeli klien saya pada Juli tahun 2025 kemarin,” kata Azri.

Baru Dibeli, Ditemukan Banyak Rakit

Berdasarkan materi gugatan, tanah yang disengketakan memiliki luas sekitar satu hektare dan berada di Desa Aur Cino, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo.

Tanah tersebut diperoleh Penggugat melalui transaksi jual beli berdasarkan Surat Keterangan Jual Beli Tanah tertanggal 17 Juli 2025.

Dalam dokumen tersebut, lahan disebut berbatasan dengan tanah Syaironi di sebelah barat, tanah Agung di sebelah timur, sungai di sebelah selatan dan tanah Herman di sebelah utara.

Penggugat mengaku baru mendatangi lokasi pada Desember 2025. Saat tiba, ia disebut mendapati sejumlah rakit yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas berada di kawasan tanah yang diklaim miliknya.

Dalam gugatan, Penggugat mendalilkan rakit-rakit tersebut berkaitan dengan para Tergugat.

Tak hanya aktivitas penambangan, Penggugat juga mendalilkan adanya kegiatan yang diduga berkaitan dengan pengolahan serta penjualan emas hasil tambang.

Lahan Diklaim Berubah Jadi Penuh Lubang

Persoalan kemudian tidak berhenti pada keberadaan rakit. Penggugat mengklaim aktivitas penambangan tersebut telah menyebabkan kondisi fisik lahan berubah. Tanah yang sebelumnya dibeli untuk dimanfaatkan disebut menjadi rusak dan dipenuhi lubang.

Kondisi tersebut, menurut Penggugat, membuat lahan sulit kembali dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian maupun penanaman tanaman lainnya.

Atas kondisi itu, Penggugat mengaku mengalami kerugian material sebesar Rp1 miliar.

Selain kerugian material, Penggugat juga mencantumkan kerugian immaterial sebesar Rp500 juta. Total kerugian yang dimintakan melalui gugatan mencapai Rp1,5 miliar.

Minta Tergugat Bayar Rp1,5 Miliar

Dalam petitumnya, Penggugat meminta majelis hakim PN Muara Tebo mengabulkan gugatan dan menghukum para Tergugat membayar kerugian sebesar Rp1,5 miliar.

Penggugat juga meminta pengadilan menjatuhkan dwangsom atau uang paksa apabila putusan nantinya tidak dilaksanakan.

Selain tuntutan ganti rugi, Penggugat meminta biaya perkara dibebankan kepada para Tergugat. “Sekarang gugatan lagi dalam proses di PN Tebo,” ujar M. Azri.***

Tags:
  • Kriminal
  • Tebo
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal
Popular
  • Polres Bungo Tangani Penemuan Jenazah Pria 22 Tahun di Kelurahan Cadika

    Oktober 21, 2026
    Polres Bungo Tangani Penemuan Jenazah Pria 22 Tahun di Kelurahan Cadika
  • Beredar Surat Penetapan Tersangka, Oknum Mantan ASN di Tebo Tersandung Dugaan Pengancaman

    Oktober 01, 2026
    Beredar Surat Penetapan Tersangka, Oknum Mantan ASN di Tebo Tersandung Dugaan Pengancaman
  • Bukan Lagi Sekadar Kabut Asap, ISPU Tebo 815, Udara Bedaro Rampak Berstatus Berbahaya

    Oktober 07, 2026
    Bukan Lagi Sekadar Kabut Asap, ISPU Tebo 815, Udara Bedaro Rampak Berstatus Berbahaya
  • Gejolak Bursa Saham Jadi Perhatian, Ini Sejumlah Indikator yang Perlu Dicermati Industri Otomotif

    Oktober 16, 2026
    Gejolak Bursa Saham Jadi Perhatian, Ini Sejumlah Indikator yang Perlu Dicermati Industri Otomotif
  • Gedung Kopdes Merah Putih di Labuhanbatu Terendam Banjir, Dandim Sebut Jadi Atensi Perbaikan

    Oktober 26, 2026
    Gedung Kopdes Merah Putih di Labuhanbatu Terendam Banjir, Dandim Sebut Jadi Atensi Perbaikan
Kabartebo
Legal & Privacy
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
Informasi
  • Redaksi
  • Sitemap
Karir
  • Wartawan
Copyright © 2026 Kabartebo. All rights reserved.
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo