Pasar Tanjung Bungur Bau Busuk, Sampah Menumpuk di Depan Los Ayam-Ikan

Tampak tumpukan sampah di Pasar Tanjung Bungur Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.
TEBO — Ada pemandangan yang kembali mengusik kenyamanan pedagang dan pengunjung di Pasar Tanjung Bungur, Muara Tebo.
Bukan soal sepinya pembeli. Kali ini, bau busuk dari tumpukan sampah justru menyambut warga yang hendak masuk ke pasar.
Selasa (8/9/2026), aroma tidak sedap tercium cukup kuat di kawasan pasar. Sumbernya diduga berasal dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada tepat di depan los penjualan ayam dan ikan, di sisi jalan masuk pasar.
Kondisi ini sontak dikeluhkan pedagang. Mereka mempertanyakan mengapa sampah bisa menumpuk hingga menimbulkan bau menyengat di lokasi yang setiap hari menjadi pusat aktivitas jual beli masyarakat.
“Bau busuk ini dari sampah itu. Entah sudah berapa hari menumpuk dan belum dibuang petugas. Kami juga tidak tahu apa penyebabnya,” ujar Bujang, salah seorang pedagang.
Menurut Bujang, persoalan ini bukan sekadar mengganggu hidung. Pedagang ayam dan ikan ikut terkena dampaknya.
“Jelas merugikan pedagang di los ikan dan ayam. Bagaimana orang mau berbelanja ke sana, dari jauh saja bau busuknya sudah tercium. Apalagi kalau berdiri di dekat lokasi, bisa bikin pusing kepala,” katanya.
Pasar Sudah Sepi, Jangan Ditambah Bau Sampah
Keluhan pedagang lainnya juga tak kalah keras. Ahmad, pedagang di Pasar Tanjung Bungur, mengaku kondisi pasar yang sudah sepi pengunjung kini diperburuk dengan persoalan bau sampah.
“Pasar saja sudah sepi pengunjung, sekarang ditambah bau busuk. Orang jadi semakin malas berbelanja ke pasar,” ujarnya.
Ia berharap petugas segera mengangkut tumpukan sampah dan membersihkan kawasan tersebut.
Pertanyaan Sederhana: Ke Mana Petugas Kebersihan?
Persoalan ini seharusnya tidak perlu menunggu viral untuk mendapatkan perhatian.
TPS namanya tempat pembuangan sementara, bukan tempat penumpukan sampah berhari-hari.
Apalagi lokasinya berada di depan los penjualan ayam dan ikan serta menjadi bagian dari akses masuk pasar. Jika kondisi seperti ini dibiarkan, bukan hanya kenyamanan pengunjung yang dipertaruhkan, tetapi juga keberlangsungan pedagang yang mencari nafkah di sana.
Pasar tradisional membutuhkan pembeli. Namun bagaimana masyarakat mau nyaman berlama-lama berbelanja jika baru masuk sudah disambut bau busuk?
Pengelolaan pasar jangan hanya bicara soal retribusi dan aktivitas perdagangan. Kebersihan juga bagian dari pelayanan kepada pedagang dan masyarakat.
Karena itu, pengelola pasar dan instansi terkait perlu segera turun tangan. Sampah harus diangkut, TPS dibersihkan, dan jadwal pengangkutan perlu dipastikan berjalan rutin.
Jangan tunggu warga mengeluh berkali-kali. Jangan tunggu kamera media datang. Jangan tunggu viral baru bergerak.
Pasar Tanjung Bungur adalah ruang publik sekaligus tempat masyarakat mencari nafkah. Sudah seharusnya bersih dan nyaman, bukan justru menjadi sumber bau busuk yang membuat pengunjung enggan datang.***