Kualitas Udara Tebo Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Capai 138,5 µg/m³
Tangkapan pantauan kualitas udara di wilayah Kabupaten Tebo. (IQAir.com)
TEBO — Kualitas udara di sekitar Muara Tebo, Kabupaten Tebo, Jambi, pada Kamis (10/9/2026) pagi berada dalam kategori sangat tidak sehat.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara real-time yang ditampilkan platform IQAir, pada pukul 08.00 WIB indeks kualitas udara AQI⁺ US tercatat 214, dengan polutan utama PM2.5 sebesar 138,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Dalam data yang ditampilkan IQAir, pemantauan kualitas udara di kawasan Muara Tebo tersebut mencantumkan satu stasiun pemantauan yang diatribusikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Dengan demikian, angka yang dikutip dalam berita ini merupakan data pemantauan yang ditampilkan oleh IQAir dari stasiun tersebut, bukan hasil pengukuran langsung oleh redaksi.
Selain PM2.5, data pada pukul 08.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM10 sebesar 196 µg/m³, NO₂ 25 µg/m³, SO₂ 2 µg/m³, dan CO 892,6 µg/m³.
IQAir juga mencatat konsentrasi PM2.5 tersebut sekitar 27,7 kali nilai panduan tahunan PM2.5 WHO.
Data Bersifat Real-Time
Perlu diketahui, angka AQI dan konsentrasi polutan dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan cuaca, arah angin, kelembapan, serta kondisi sumber pencemaran dapat memengaruhi hasil pemantauan.
Karena itu, angka AQI 214 dan PM2.5 138,5 µg/m³ merupakan kondisi yang terpantau pada pukul 08.00 WIB, bukan angka yang berlaku sepanjang hari.
Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian serius bagi masyarakat Tebo. Terlebih, dalam beberapa hari sebelumnya, pemantauan IQAir di kawasan yang sama juga menunjukkan kualitas udara berada pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Pada 9 September 2026, misalnya, IQAir mencatat AQI 226 dengan PM2.5 mencapai 150,9 µg/m³ pada pukul 20.00 WIB.
Pemerintah Kabupaten Tebo juga telah mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik. Melalui Surat Edaran Bupati Tebo Nomor 2035 Tahun 2026, kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik PAUD/TK, SD, dan SMP negeri dialihkan secara daring pada 10–12 September 2026 sebagai langkah antisipasi dampak pencemaran udara.
Sumber data kualitas udara: IQAir (data real-time dari stasiun pemantauan yang diatribusikan kepada KLHK). Data terakhir diperbarui pada pukul 08.00 WIB, 10 September 2026, dan dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer serta konsentrasi polutan.