Kualitas Udara Tebo Berangsur Membaik, Turun dari Sangat Tidak Sehat Menjadi Tidak Sehat
TEBO – Kualitas udara di wilayah Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, berangsur membaik. Berdasarkan data pemantauan kualitas udara IQAir.com, Minggu (13/9/2026) pukul 11.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI⁺ US) di dekat Kabupaten Tebo, Muara Tebo, berada di angka 186 dengan kategori Tidak Sehat.
Angka tersebut menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang sempat berada pada kategori Sangat Tidak Sehat dengan AQI di atas 200.
Meski mulai membaik, kualitas udara di Tebo masih belum tergolong aman. Masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap perlu mewaspadai dampak paparan polusi udara.
Dalam data IQAir.com tersebut, PM2.5 menjadi polutan utama dengan konsentrasi mencapai 105,5 µg/m³.
Sementara itu, konsentrasi PM10 tercatat 158 µg/m³, nitrogen dioksida (NO₂) sebesar 21 µg/m³, sulfur dioksida (SO₂) sebesar 2 µg/m³, dan karbon monoksida (CO) mencapai 182,9 µg/m³.
IQAir juga mencatat konsentrasi PM2.5 saat ini mencapai sekitar 21,1 kali nilai panduan tahunan PM2.5 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dengan AQI 186, kondisi udara Tebo memang menunjukkan tren membaik dari level sangat tidak sehat menuju tidak sehat. Namun, angka tersebut masih menjadi tanda bahwa polusi udara cukup tinggi dan belum sepenuhnya pulih.
Perbaikan ini diharapkan terus berlanjut seiring berkurangnya sumber asap dan membaiknya kondisi atmosfer di wilayah Tebo.
Masyarakat pun diimbau tetap berhati-hati, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan pengurangan aktivitas di luar ruangan dapat menjadi langkah perlindungan ketika kualitas udara kembali memburuk.
Data IQAir.com tersebut merupakan pemantauan kualitas udara secara real-time, sehingga angka AQI dan konsentrasi polutan dapat berubah dari waktu ke waktu.
