Kualitas Udara Muara Tebo Masih Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 103 µg/m³

Kondisi wilayah Kabupaten Tebo masih diselimuti kabut asap.
Kabartebo.com – Kualitas udara di wilayah Kabupaten Tebo ProvinsiJambi, khususnya sekitar Muara Tebo, masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data indeks kualitas udara (AQI⁺) yang dipantau pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara tercatat mencapai 184 AQI US atau masuk kategori “Tidak Sehat”.
Polutan utama yang menjadi perhatian adalah PM2.5, dengan konsentrasi mencapai 103 µg/m³.
Selain PM2.5, konsentrasi PM10 juga tercatat cukup tinggi, yakni 145 µg/m³. Sementara itu, kadar nitrogen dioksida (NO₂) berada di angka 25 µg/m³, sulfur dioksida (SO₂) sebesar 2 µg/m³, dan karbon monoksida (CO) mencapai 482,2 µg/m³.
Data tersebut menunjukkan partikel pencemar udara masih menjadi persoalan serius di wilayah Tebo. Tingginya konsentrasi PM2.5 juga menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Dalam laporan pemantauan tersebut, konsentrasi PM2.5 saat ini disebut mencapai sekitar 20,6 kali nilai panduan tahunan PM2.5 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi ini menjadi semakin memprihatinkan di tengah masih adanya kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Tebo dalam beberapa hari terakhir.
Kabut asap sebelumnya dilaporkan berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat kualitas udara di Tebo terus menjadi perhatian masyarakat.
Dengan indeks AQI mencapai 184, masyarakat terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta mereka yang memiliki gangguan pernapasan, perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan terus melakukan pemantauan kualitas udara serta mengambil langkah konkret untuk mengendalikan sumber pencemaran, khususnya apabila kualitas udara buruk berkaitan dengan karhutla.***
Kondisi udara yang tidak sehat ini menjadi pengingat bahwa persoalan kabut asap di Tebo belum benar-benar berakhir.