Kabut Asap Belum Hilang, Sekolah di Tebo Kembali Tatap Muka
![]() |
| Surat Edaran Bupati Tebo. |
Kabartebo.com – Kabut asap masih terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo, sementara kualitas udara berdasarkan pemantauan pemerintah daerah masih berada dalam kategori tidak sehat. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tebo menetapkan PAUD/TK, SD dan SMP kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai 3 September 2026.
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Tebo Nomor 1 Tahun 2026 tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara terhadap Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan Satuan Pendidikan Kabupaten Tebo. Surat edaran tersebut ditetapkan di Muara Tebo pada 2 September 2026.
Dalam surat tersebut, Pemkab Tebo menyebut kualitas udara memang menunjukkan perbaikan. Namun, hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masih menunjukkan kondisi tidak sehat.
Atas dasar perkembangan itu, kegiatan belajar mengajar PAUD/TK, SD dan SMP negeri maupun swasta kembali dilakukan secara luring di sekolah masing-masing.
Pemkab Tebo memberikan sejumlah ketentuan sebagai langkah antisipasi. Siswa diwajibkan menggunakan masker standar kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Sekolah juga diminta melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi peserta didik. Jika terdapat siswa yang mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap, pihak sekolah diminta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan maupun Puskesmas terdekat.
Kebijakan Akan Dievaluasi
Keputusan kembali ke pembelajaran tatap muka tersebut tidak terlepas dari kondisi kualitas udara yang disebut mulai membaik. Namun, pemerintah daerah tetap membuka kemungkinan melakukan perubahan kebijakan apabila kondisi udara kembali memburuk.
Dalam surat edaran ditegaskan bahwa ketentuan tersebut akan dievaluasi sesuai perkembangan kualitas udara dan pemberitahuan lebih lanjut akan disampaikan apabila terdapat perubahan kebijakan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena persoalan kabut asap di Tebo masih berkaitan dengan tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan.
Data BPBD Kabupaten Tebo mencatat hingga akhir Agustus 2026, luas lahan yang terbakar mencapai 175,46 hektare. Sementara pemantauan menggunakan tiga satelit mendeteksi 584 titik hotspot di wilayah Kabupaten Tebo.
Kecamatan Sumay disebut menjadi wilayah dengan potensi karhutla paling tinggi.
Data Karhutla Jadi Catatan
Ratusan hotspot dan luas lahan terbakar tersebut menjadi catatan penting dalam melihat kondisi udara Tebo. Sebab, meskipun ISPU mulai turun, ancaman munculnya asap masih terbuka selama titik-titik kebakaran dan wilayah rawan belum sepenuhnya terkendali.
Karena itu, pelaksanaan pembelajaran tatap muka perlu dibarengi pemantauan kualitas udara yang konsisten. Tidak hanya kondisi rata-rata wilayah, tetapi juga kondisi udara di sekitar sekolah dan permukiman tempat siswa beraktivitas.
Sekolah juga perlu memastikan penggunaan masker benar-benar berjalan dan aktivitas luar ruangan disesuaikan dengan kondisi udara.
Pada akhirnya, keberlanjutan pembelajaran tatap muka akan sangat bergantung pada perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.
Di satu sisi kegiatan pendidikan perlu kembali berjalan normal, namun di sisi lain kondisi udara masih membutuhkan kewaspadaan. Karena itu, evaluasi berbasis data menjadi penting agar keputusan yang diambil tetap mengutamakan perlindungan terhadap peserta didik.***
