Jalan Rp951,7 Juta Retak Sehari Setelah Dicor, PUPR Tebo Turunkan Tim
TEBO – Sorotan terhadap proyek pembangunan jalan poros Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, mendapat respons dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tebo.
Proyek rabat beton sepanjang 450 meter dengan nilai pekerjaan mencapai sekitar Rp951,7 juta tersebut menjadi perhatian setelah ditemukan keretakan pada badan jalan sehari setelah pengecoran.
Plt Kepala Dinas PUPR Tebo, Adrian, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan awal terhadap pekerjaan tersebut. Namun, pemeriksaan untuk kepentingan serah terima pekerjaan belum dilakukan.
“Untuk cek sudah bang, untuk PHO belum. Mau saya turunkan tim ke lapangan,” ujar Adrian saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026), sebagaimana diberitakan JambiOtoritas.com.
Adrian menyebut dari pengecekan awal, pihaknya belum menemukan ketidaksesuaian spesifikasi secara keseluruhan. Meski demikian, terdapat bagian pekerjaan yang menurutnya tetap harus diperbaiki.
“Kalau untuk ketidaksesuaian terhadap spesifikasi tidak. Hanya saja ada sebagian pekerjaan yang harus diperbaiki,” katanya.
Temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sebelum pekerjaan dinyatakan layak untuk dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara pekerjaan.
Menurut Adrian, pemeriksaan saat PHO nantinya akan dilakukan lebih detail untuk memastikan kelayakan hasil pekerjaan.
“Nantinya waktu di PHO atau berita acara serah terima maka akan detail lagi untuk cek kelayakannya,” tegasnya.
Retak Sehari Setelah Dicor Jadi Sorotan
Sebelumnya, kondisi fisik jalan tersebut memicu sorotan warga. Keretakan disebut muncul tidak lama setelah proses pengecoran dilakukan.
Selain persoalan keretakan, warga juga mempertanyakan proses pengecoran yang dilakukan pada malam hari. Muncul dugaan material batu split tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Sorotan lainnya berkaitan dengan material pembesian pada bagian korset atau cakar ayam. Warga menduga terdapat perubahan penggunaan besi dari ukuran 10 milimeter menjadi 6 milimeter.
Dugaan tersebut tentu perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis, bukan hanya berdasarkan pengamatan visual di lapangan.
Karena itu, warga bersama DPRD Tebo mendorong agar PUPR tidak terburu-buru melakukan pembayaran maupun PHO sebelum kualitas pekerjaan benar-benar dipastikan.
Usulan pemeriksaan melalui Core Drill dan Hammer Test juga mencuat untuk mengetahui mutu beton yang digunakan, termasuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi K175 sebagaimana tercantum dalam dokumen pekerjaan.
Kini bola berada di tangan PUPR Tebo. Pemeriksaan lanjutan menjadi penting untuk menjawab pertanyaan publik: apakah keretakan tersebut sekadar persoalan teknis yang masih dapat diperbaiki, atau terdapat persoalan mutu pekerjaan yang harus ditelusuri lebih jauh.
Dengan nilai proyek mencapai hampir Rp1 miliar, masyarakat tentu berharap hasil pembangunan jalan tersebut tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi juga memiliki mutu dan ketahanan sesuai spesifikasi yang telah dibayarkan menggunakan anggaran publik.***
