Jalan Penampoian Tebo Kembali Dikeluhkan, Hujan Bikin Ruas Rusak Jadi Kubangan
TEBO – Persoalan infrastruktur kembali dirasakan warga di Kabupaten Tebo. Hujan yang mengguyur wilayah Tebo dalam beberapa hari terakhir membuat kondisi ruas jalan di Dusun Penampoian, Desa Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah, semakin sulit dilalui.
Genangan air terlihat memenuhi badan jalan yang berada sekitar 500 meter dari Jembatan Bungkal, menuju arah Kuamang. Ruas yang selama ini dikeluhkan warga karena kondisinya rusak tersebut kini berubah seperti kubangan setiap kali hujan turun.
Bagi masyarakat setempat, kondisi itu bukan persoalan baru. Kerusakan jalan disebut sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan penanganan yang membuat akses tersebut kembali layak digunakan.
“Bukan kami tidak bersyukur Tebo diguyur hujan. Tapi beginilah kondisinya. Kalau kemarau berdebu, kalau hujan air menggenang seperti kolam,” kata Busuk El, warga setempat.
Ia mengatakan kondisi jalan tersebut sangat memengaruhi aktivitas masyarakat. Warga yang hendak melintas harus lebih berhati-hati karena genangan menutupi bagian jalan yang rusak.
Ironisnya, persoalan itu tidak hanya dirasakan pengguna kendaraan. Anak-anak yang hendak pergi ke sekolah juga ikut terdampak ketika jalan tidak memungkinkan untuk dilewati.
“Kalau hujan seperti ini, banyak anak-anak terpaksa libur sekolah karena tidak bisa lewat,” ujarnya.
Keluhan Lama, Persoalan Berulang
Bagi warga Penampoian, siklus persoalan jalan tersebut seolah terus berulang.
Ketika musim kemarau datang, debu menjadi gangguan utama. Saat hujan turun, genangan mengambil alih persoalan. Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan penanganan jangka panjang terhadap akses yang mereka gunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Warga berharap kondisi lapangan dapat menjadi perhatian pemerintah, terutama karena jalan tersebut menjadi akses masyarakat menuju sejumlah kawasan di sekitarnya.
Menurut warga, perbaikan tidak hanya dibutuhkan untuk membuat jalan nyaman dilalui, tetapi juga untuk memastikan aktivitas pendidikan, pekerjaan, perdagangan dan mobilitas masyarakat tidak terganggu setiap kali cuaca berubah.
“Harapan kami jalan ini segera diperbaiki. Ini akses utama warga,” kata Busuk El.
Kondisi jalan yang kembali tergenang setelah hujan juga menjadi gambaran bahwa persoalan infrastruktur dasar masih dirasakan langsung masyarakat di tingkat dusun.
Warga berharap pemerintah dapat turun langsung melihat kondisi ruas tersebut dan menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan serta kondisi teknis jalan.
Sebab, bagi masyarakat, persoalannya sederhana: ketika hujan turun, jalan seharusnya menjadi akses untuk pulang dan pergi, bukan berubah menjadi kolam yang membuat warga kesulitan melintas.***
