Hari Pertama Sekolah Tatap Muka, Kualitas Udara Tebo Masih Tidak Sehat

Tangkapan layar kualitas udara di Kabupaten Tebo.
Kabartebo.com – Kualitas udara di Kabupaten Tebo, tepatnya wilayah Muara Tebo, masih berada dalam kategori tidak sehat pada Kamis (3/9/2026) pagi.
Kondisi ini terjadi bersamaan dengan dimulainya kembali pembelajaran tatap muka bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP setelah enam hari menjalani pembelajaran secara daring akibat dampak kabut asap.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang tercatat pada pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI⁺ US) di sekitar Kabupaten Tebo berada di angka 181, dengan kategori tidak sehat.
Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5, dengan konsentrasi mencapai 98,8 µg/m³. Sementara itu, konsentrasi PM10 tercatat 149 µg/m³, NO₂ sebesar 24 µg/m³, SO₂ sebesar 2 µg/m³, dan karbon monoksida (CO) sebesar 578,9 µg/m³.
Data tersebut juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 saat ini mencapai 19,8 kali nilai panduan tahunan WHO.
Kondisi ini menjadi perhatian karena pada hari yang sama Pemerintah Kabupaten Tebo mulai memberlakukan kembali pembelajaran tatap muka untuk jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP.
Sebelumnya, aktivitas pembelajaran dilakukan secara daring selama enam hari sebagai langkah antisipasi terhadap dampak pencemaran udara yang diduga berkaitan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kembalinya siswa ke sekolah ketika kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat pun berpotensi menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya orang tua siswa.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berpedoman pada keputusan administratif untuk mengembalikan pembelajaran tatap muka, tetapi juga mempertimbangkan kondisi kualitas udara secara aktual dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik.
Apalagi, anak-anak merupakan kelompok yang relatif rentan terhadap dampak paparan polusi udara, terutama partikulat halus PM2.5.
Masyarakat juga diimbau tetap memantau perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah perlindungan apabila kondisi memburuk, terutama bagi anak-anak yang mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lainnya.***