Kabar Tebo

Kabar Tebo

  • Peristiwa
  • Sorot
  • Institusi
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Politik
  • Foto
  • Video
  • Beranda
  • kabut asap
  • Pendidikan
  • Tebo

Gara-gara Kabut Asap, Kualitas udara di Tebo Sangat Tidak Sehat, Sekolah Daring Kembali Diberlakukan

Oleh Tebo Kito
September 17, 2026

Surat Edaran Bupati Tebo. 

TEBO
– Belum lama siswa kembali duduk di bangku sekolah, kabut asap kembali mengubah rutinitas mereka.

Mulai Kamis (18/9/2026), peserta didik PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Tebo kembali harus belajar dari rumah. Bukan karena libur, melainkan karena kualitas udara yang kembali memburuk.

Pemerintah Kabupaten Tebo menetapkan pembelajaran secara daring pada 18 hingga 19 September 2026 melalui Surat Edaran Bupati Tebo Nomor 2086 Tahun 2026.

Keputusan itu menjadi gambaran bagaimana kabut asap tidak lagi sekadar persoalan jarak pandang atau langit yang berubah kelabu. Dampaknya telah masuk ke ruang-ruang pendidikan dan mengubah cara ribuan anak menjalani hari sekolah mereka.

Baru Kembali ke Sekolah, Kembali ke Rumah

Ada ironi dalam perubahan kebijakan kali ini.

Sebelumnya, setelah sempat menjalani pembelajaran dari rumah akibat memburuknya kualitas udara, siswa Tebo kembali ke sekolah mulai 14 September 2026.

Saat itu, kondisi udara dinilai mulai membaik. Namun, tatap muka tetap disertai kewajiban penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan.

Belum genap sepekan suasana sekolah kembali normal, kebijakan kembali berubah.

Surat Edaran Nomor 2086 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 17 September menyebut kondisi kualitas udara saat ini sangat tidak sehat berdasarkan pemantauan ISPU Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tebo.

Sekolah pun kembali berhadapan dengan pilihan yang sama: mempertahankan pembelajaran tatap muka atau mengurangi risiko paparan udara dengan memindahkan kegiatan belajar ke rumah.

Pemerintah memilih yang kedua.

Anak-Anak Kembali Belajar dari Rumah

Dalam kebijakan terbaru tersebut, pembelajaran daring bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan.

Siswa tetap mengikuti proses belajar dari rumah. Guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas dari sekolah, sementara kepala satuan pendidikan bertanggung jawab memastikan pembelajaran tetap berjalan.

Sekolah juga diminta menyusun pedoman pembelajaran daring, melakukan monitoring dan melaporkan pelaksanaannya kepada pengawas atau pendamping satuan pendidikan.

Pola seperti ini bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi dunia pendidikan Tebo. Pada awal September, kualitas udara yang memburuk juga sempat membuat sejumlah satuan pendidikan kembali menerapkan pembelajaran daring.

Artinya, bagi sebagian siswa dan guru, ruang kelas kini tidak selalu berarti bangunan sekolah.

Di Balik Layar Pembelajaran Daring

Perpindahan kelas dari sekolah ke rumah juga memindahkan sebagian tanggung jawab pendidikan kepada keluarga.

Orang tua atau wali diminta memantau kondisi kesehatan anak sekaligus membatasi aktivitas mereka di luar rumah.

Sekolah juga diminta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas terdekat untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Di sisi lain, pembelajaran daring membutuhkan kesiapan yang tidak sama pada setiap keluarga. Jaringan internet, perangkat, pendampingan orang tua dan kemampuan siswa mengikuti pembelajaran dari rumah menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi.

Karena itu, belajar dari rumah bukan sekadar memindahkan tempat belajar. Ada proses yang harus tetap dijaga agar anak tidak kehilangan haknya memperoleh pendidikan.

Ketika Udara Menentukan Jadwal Sekolah

Kondisi udara akhirnya menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah anak-anak Tebo berada di dalam kelas atau di rumah.

Surat edaran terbaru bahkan memberikan kewenangan kepada kepala satuan pendidikan untuk mengambil langkah pengamanan apabila kualitas udara memburuk secara mendadak sementara keputusan baru dari pejabat berwenang belum diterbitkan.

Sekolah dapat menghentikan kegiatan luar ruangan, memulangkan siswa lebih awal atau mengalihkan pembelajaran menjadi jarak jauh. Keputusan tersebut kemudian wajib dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan paling lambat 1 x 24 jam.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang meminta penyelenggaraan pendidikan di daerah terdampak asap karhutla menyesuaikan kondisi ISPU dan mengutamakan keselamatan warga satuan pendidikan.

Sekolah Menunggu Udara Kembali Aman

Ada satu kalimat penting dalam kebijakan Tebo kali ini: pembelajaran daring akan berlangsung sampai kondisi udara dinyatakan kembali aman.

Artinya, dua hari yang tercantum dalam surat edaran bukan semata-mata akhir persoalan. Perkembangan kualitas udara tetap menjadi penentu kebijakan berikutnya.

Sekolah bisa kembali dibuka ketika kondisi memungkinkan. Namun, jika kualitas udara kembali memburuk, pola pembelajaran dapat kembali berubah.

Di tengah situasi itu, anak-anak hanya bisa menunggu.

Menunggu kapan udara kembali cukup aman untuk bermain di halaman sekolah, berkumpul di kelas dan belajar tanpa harus melihat warna langit terlebih dahulu.

Sebab, bagi mereka, kabut asap bukan sekadar angka pada alat pemantau kualitas udara.

Ia bisa berarti bangku sekolah yang kembali kosong, masker yang kembali dikenakan, dan pelajaran yang kembali berlangsung dari balik layar rumah.***

Tags:
  • kabut asap
  • Pendidikan
  • Tebo
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal
Popular
  • Nyaris Terjun dari Jembatan Batanghari Tebo, Perempuan 32 Tahun Diselamatkan Polisi

    September 22, 2026
    Nyaris Terjun dari Jembatan Batanghari Tebo, Perempuan 32 Tahun Diselamatkan Polisi
  • Diduga Rem Blong, Mobil Fuso Tabrak Warung Bakso di KM 3 Jalan Tebo-Bungo

    September 20, 2026
    Diduga Rem Blong, Mobil Fuso Tabrak Warung Bakso di KM 3 Jalan Tebo-Bungo
  • Mencuri Motor di Dharmasraya, Dua Terduga Pelaku Dibekuk di Tebo

    September 22, 2026
    Mencuri Motor di Dharmasraya, Dua Terduga Pelaku Dibekuk di Tebo
  • Baru Sehari Dicor Sudah Retak, PUPR Tebo Soroti Dugaan Masalah Mutu Jalan Tuo Ilir

    September 18, 2026
    Baru Sehari Dicor Sudah Retak, PUPR Tebo Soroti Dugaan Masalah Mutu Jalan Tuo Ilir
  • Ini Agenda Bupati dan Wabup Tebo Hari Ini, Senin, 21 September 2026

    September 20, 2026
    Ini Agenda Bupati dan Wabup Tebo Hari Ini, Senin, 21 September 2026
Kabartebo
Legal & Privacy
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
Informasi
  • Redaksi
  • Sitemap
Karir
  • Wartawan
Copyright © 2026 Kabartebo. All rights reserved.
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo