Firdaus Kritik Wajah Pembangunan Tebo: Megah Boleh, Melayu Jangan Hilang

Aktivis Tebo Jambi, Ahmad Firdaus.
TEBO – Rencana pembangunan dua proyek pendidikan berskala besar di Kabupaten Tebo, yakni Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), disorot aktivis Tebo, Ahmad Firdaus.
Firdaus meminta Pemerintah Kabupaten Tebo tidak hanya mengejar kemegahan fisik dan konsep modern dalam pembangunan kedua sekolah tersebut. Ia mendorong agar identitas Melayu Jambi, khususnya karakter Melayu Tebo, menjadi bagian dari desain dan konsep pembangunan.
"Saya mau usul terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Tebo. Ada dua mega proyek pembangunan sekolah untuk Kabupaten Tebo. Pertama pembangunan Sekolah Rakyat di area kompleks perkantoran Bupati Tebo, yang kedua SNT di wilayah Rimbo Bujang," kata Firdaus.
Menurutnya, proyek pendidikan berskala besar merupakan momentum untuk menunjukkan wajah daerah. Karena itu, pembangunan harus tetap mengedepankan kearifan lokal.
"Kearifan lokal kita di Jambi, khususnya Kabupaten Tebo adalah Melayu. Saya berharap ornamen atau nuansa Negeri Melayu harus ada dalam pembangunan tersebut," ujarnya.
Jangan Sampai Megah, Tapi Kehilangan Identitas
Firdaus menilai bangunan publik yang berdiri di tanah Melayu semestinya memiliki karakter yang mencerminkan daerahnya.
Menurut dia, sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya dan identitas daerah kepada generasi muda.
"Jangan sampai kita membangun gedung yang modern dan megah, tetapi ketika orang melihatnya tidak ada ciri khas daerahnya. Biar identitas Negeri Melayu tidak hilang di tanah Melayu," tegasnya.
Ia menyebut unsur Melayu dapat diwujudkan melalui berbagai elemen, seperti bentuk atap, ornamen, ukiran, motif, ruang publik hingga lanskap kawasan sekolah.
Soroti Bangunan Berbiaya APBD
Sorotan Firdaus tidak berhenti pada dua proyek sekolah tersebut. Ia juga menyinggung sejumlah pembangunan di Kabupaten Tebo yang menurut penilaiannya tidak menunjukkan identitas Melayu, meskipun dibiayai melalui APBD Kabupaten Tebo.
Ia berharap kondisi tersebut tidak kembali terjadi pada pembangunan proyek-proyek strategis daerah.
"Jangan sampai pemerintah terlibat dalam penghilangan identitas daerah," pungkasnya.
SNT Disiapkan di Rimbo Bujang
Untuk diketahui, pembangunan Sekolah Rakyat saat ini telah memasuki tahap pembangunan fisik di kawasan kompleks perkantoran Bupati Tebo.
Sementara untuk SNT, Pemkab Tebo telah menyediakan lahan sekitar 20 hektare di Desa Tegal Arum, Kecamatan Rimbo Bujang sebagai lokasi pembangunan.
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran SNT dilaksanakan di eks Kantor Perkim Kabupaten Tebo yang berada di kawasan kompleks perkantoran Pemkab Tebo, Km 12 Jalan Lintas Tebo-Bungo, Desa Sungai Alai, Kecamatan Tebo Tengah.
Firdaus berharap unsur kearifan lokal tidak ditempatkan sekadar sebagai pelengkap, tetapi dipertimbangkan sejak tahap perencanaan pembangunan kedua proyek pendidikan tersebut.***