Empat Daerah di Jambi Pilih Daring, Tebo Masih Tatap Muka Saat Kualitas Udara Kategori Sangat Tidak Sehat
| Tebo diselimuti kabut asap dari karhutla. |
Kabartebo.com – Ketika empat kabupaten/kota di Provinsi Jambi mengambil langkah pencegahan dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring), pelajar di Kabupaten Tebo masih menjalani aktivitas belajar tatap muka.
Kebijakan daring tersebut berlaku mulai 7 hingga 9 September 2026 bagi siswa SMA, SMK, dan SLB di Kota Jambi, Batang Hari, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Timur. Langkah itu diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat karhutla.
Kebijakan tersebut merupakan upaya mengantisipasi dampak kualitas udara tidak sehat sekaligus mencegah peningkatan kasus ISPA.
Namun, bagaimana kondisi di Tebo?
Pantauan pada Senin (7/9/2026) menunjukkan pelajar mulai dari tingkat PAUD hingga SMA sederajat di Kabupaten Tebo masih mengikuti pembelajaran tatap muka.
Padahal, pada pukul 10.00 WIB, data pemantauan IQAir untuk wilayah dekat Kabupaten Tebo, Muara Tebo, menunjukkan angka AQI⁺ US 231, yang dikategorikan “Sangat Tidak Sehat”.
Polutan utama yang tercatat adalah PM2.5 sebesar 156,1 µg/m³.
Angka tersebut tentu menjadi perhatian, khususnya karena anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan ketika kualitas udara memburuk.
Perlukah Tebo Mengambil Langkah Serupa?
Perbedaan kebijakan antarwilayah ini membuka ruang pertanyaan bagi Pemerintah Kabupaten Tebo.
Jika kualitas udara terus berada pada level buruk dan kabut asap masih menyelimuti wilayah Tebo, apakah pembelajaran tatap muka tetap menjadi pilihan yang paling aman bagi pelajar?
Terlebih, keluhan masyarakat terkait kabut asap juga terus bermunculan. Sejumlah warga mengaku mengalami mata perih dan mencium bau asap yang cukup kuat.
Meski data IQAir bukan merupakan penetapan resmi pemerintah mengenai status kualitas udara, angka pemantauan tersebut tetap dapat menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan bersama dengan data dari instansi berwenang.
Pemerintah Kabupaten Tebo diharapkan tidak menunggu kondisi semakin buruk untuk mengambil langkah pencegahan.
Sebab, melindungi anak-anak dari paparan udara buruk bukan hanya soal proses belajar hari ini, tetapi juga tentang menjaga kesehatan mereka.***