AQI Tebo Tembus 226, Udara Malam Pun Tak Lagi Aman Karena Sangat Tidak Sehat

Tangkapan layar kualitas udara di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.
TEBO — Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Tebo belum juga benar-benar pergi. Memasuki Rabu malam, 9 September 2026, kualitas udara di sekitar Muara Tebo masih berada dalam kategori sangat tidak sehat.
Data pemantauan kualitas udara pada pukul 20.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI⁺ US) berada di angka 226.
Kondisi paling mengkhawatirkan terlihat dari tingginya konsentrasi PM2.5 yang mencapai 150,9 µg/m³. Partikel halus ini menjadi polutan utama yang terdeteksi dalam pemantauan.
Sementara itu, konsentrasi PM10 tercatat 214 µg/m³, NO₂ sebesar 25 µg/m³, SO₂ 2 µg/m³, dan karbon monoksida (CO) mencapai 1.059,3 µg/m³.
Dalam data tersebut, konsentrasi PM2.5 disebut mencapai sekitar 30,2 kali nilai panduan tahunan WHO.
Angka tersebut menjadi alarm serius, terlebih kondisi udara buruk masih terjadi pada malam hari.
Artinya, persoalan pencemaran udara di Tebo belum dapat dianggap selesai hanya karena aktivitas masyarakat mulai berkurang setelah malam tiba.
Masyarakat, khususnya anak-anak, lansia dan kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan, perlu meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara berada pada level sangat tidak sehat.
Kondisi ini juga kembali menimbulkan pertanyaan mengenai sumber pencemaran udara yang hingga kini masih dirasakan masyarakat. Pemerintah bersama aparat penegak hukum dituntut memastikan penanganan sumber asap dilakukan secara serius dan terukur.
Sebab, bagi warga Tebo, kabut asap bukan lagi sekadar pemandangan yang mengganggu jarak pandang. Udara yang seharusnya menjadi kebutuhan paling dasar justru berubah menjadi ancaman yang dihirup setiap hari.
Hingga Rabu malam, AQI 226 masih menjadi tanda bahwa udara Tebo belum aman.***
Sumber: IQAir.com