AQI Tebo Capai 226, Udara Sangat Tidak Sehat Meski Diguyur Hujan

Tangkapan layar kualitas udara di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. (Iqair.com)
Kabartebo.com – Kualitas udara di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, masih berada pada kategori sangat tidak sehat, meski wilayah tersebut sempat diguyur hujan.
Berdasarkan data indeks kualitas udara (AQI⁺) yang dipantau pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 08.00 WIB, kualitas udara di sekitar Kabupaten Tebo tercatat mencapai 226 AQI US, dengan polutan utama berupa partikel halus PM2.5.
Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 150,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menunjukkan tingginya paparan partikel halus di udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Selain PM2.5, konsentrasi PM10 juga tercatat tinggi, yakni sekitar 211 µg/m³. Sementara itu, kadar nitrogen dioksida (NO₂) berada di angka 23 µg/m³, sulfur dioksida (SO₂) 2 µg/m³, dan karbon monoksida (CO) sekitar 401,1 µg/m³.
Kondisi tersebut membuat udara di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo masih tampak diselimuti kabut asap. Hujan yang turun sebelumnya belum sepenuhnya menghilangkan kondisi udara yang tercemar.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Paparan dalam kondisi udara sangat tercemar berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.
Masyarakat di Kabupaten Tebo diimbau meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara masih buruk. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi, terutama ketika kabut asap semakin pekat.
Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus juga dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Kondisi kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu, terutama dipengaruhi oleh hujan, arah angin, dan sumber emisi atau kebakaran di sekitar wilayah tersebut. Karena itu, masyarakat disarankan terus memantau perkembangan indeks kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.***
Sumber: Iqair.com