Angka 213 Jadi Alarm Pagi Tebo, PM2.5 Masih Mengkhawatirkan

Tangkapan layar kualitas udara berdasarkan panduan IQAir di Tebo.
Kabartebo.com – Udara pagi di Muara Tebo kembali membawa peringatan serius. Pemantauan IQAir.com pada Selasa (8/9/2026) pukul 08.00 WIB mencatat AQI⁺ US berada di angka 213, atau masuk kategori sangat tidak sehat.
Yang paling mengkhawatirkan adalah konsentrasi PM2.5 yang mencapai 137,5 µg/m³. IQAir mencatat angka tersebut sekitar 27,5 kali lebih tinggi dari nilai panduan tahunan PM2.5 WHO. Konsentrasi PM10 juga tercatat tinggi, yakni sekitar 202,5 µg/m³.
Dengan kondisi tersebut, persoalan udara bersih di Tebo belum bisa dianggap selesai. Kabut asap yang masih terlihat di sejumlah wilayah menjadi persoalan lingkungan yang beriringan dengan tingginya partikulat halus di udara.
IQAir juga mencatat sejumlah parameter polutan lainnya, yakni NO₂ 28,8 µg/m³, SO₂ 2,4 µg/m³, dan CO 1.046 µg/m³. Data tersebut berasal dari satu stasiun pemantauan yang diatribusikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Bukan Sekadar Kabut yang Terlihat
Tingginya AQI bukan hanya persoalan jarak pandang atau udara yang tampak berkabut. Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga menjadi salah satu parameter penting dalam menilai kualitas udara.
IQAir pada kondisi tersebut merekomendasikan masyarakat untuk menghindari olahraga atau aktivitas berat di luar ruangan, mengenakan masker ketika berada di luar, serta mengurangi masuknya udara luar ke dalam ruangan.
Menariknya, data IQAir menunjukkan angka AQI Muara Tebo pada pagi itu masih berada di level 213, sementara prakiraan per jam menunjukkan kualitas udara berpotensi membaik sepanjang siang. Namun, perbaikan angka tersebut tidak serta-merta berarti persoalan polusi telah berakhir.
Pagi ini, angka 213 menjadi pengingat bahwa masyarakat Tebo masih berhadapan dengan udara yang belum aman.
Data: IQAir.com, pemantauan Muara Tebo, Selasa 8 September 2026 pukul 08.00 WIB.