PT ABT, PT TAL dan PT Bajabang Disorot di Mapolda Jambi, Forum Akal Sehat: Jangan Terus Kambinghitamkan Masyarakat

Ahmad Firdaus saat orasi di depan Mapolda Jambi.
Kabartebo.com, Jambi – Persoalan kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi kembali memantik sorotan. Dalam aksi damai di depan Mapolda Jambi, Senin (24/8/2026), Forum Akal Sehat Masyarakat Tebo menyoroti sejumlah perusahaan yang disebut dalam orasi massa, yakni PT Alam Bukit Tigapuluh (ABT), PT TAL dan PT Bajabang.
Forum mendesak aparat penegak hukum serta pihak terkait tidak hanya menyalahkan masyarakat dalam persoalan karhutla. Mereka meminta dugaan sumber asap dari aktivitas perusahaan juga diperiksa secara serius dan transparan.
Koordinator aksi, Ahmad Firdaus, menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin persoalan karhutla hanya berujung pada tudingan terhadap warga.
«“Jangankan masyarakat terus yang dikambinghitamkan, tapi pihak perusahaan juga harus bertanggung jawab atas dampak kabut asap saat ini,” kata Ahmad Firdaus saat berorasi di depan Mapolda Jambi.»
Menurutnya, kondisi kabut asap yang terjadi saat ini telah menjadi persoalan serius karena menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan udara yang bersih dan lingkungan yang sehat.
Ironisnya, kata dia, persoalan tersebut terjadi ketika Indonesia tengah memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Di saat Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan RI, ternyata di Jambi masih belum merdeka, sebab untuk bisa menghirup udara bersih saja sudah sangat susah,” tegasnya.
Forum Akal Sehat Masyarakat Tebo pun meminta Kapolda Jambi tidak tinggal diam. Mereka mendesak kepolisian turun tangan melakukan penelusuran terhadap setiap dugaan sumber karhutla, termasuk memastikan perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan kebakaran menjalankan kewajiban pencegahan dan penanganan karhutla.
Ahmad Firdaus menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan secara adil. Jika ditemukan pelanggaran, siapa pun pihaknya harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk itu, kami minta kepada Kapolda Jambi agar tegas dan serius menangani persoalan ini,” ujarnya.
Bahkan, dalam orasinya, Ahmad Firdaus melontarkan pernyataan bernada sindiran keras sebagai bentuk kekecewaan terhadap penanganan persoalan yang mereka soroti.
“Jangan sampai kami kirimkan daster dan bra dari Tebo,” pungkasnya.
Aksi tersebut menjadi bentuk desakan agar persoalan kabut asap tidak berhenti pada pernyataan dan saling lempar tanggung jawab. Forum meminta aparat memastikan fakta di lapangan, mengusut sumber kebakaran secara profesional, serta menindak tegas pihak yang terbukti melanggar aturan.***