Pagi di Tebo: Asap Belum Pergi, Angka AQI Memang Turun, Tapi Udara Masih Tak Sehat
Ilustrasi kondisi Tebo saat ini.
Kabartebo.com – Pagi baru saja dimulai di Kabupaten Tebo, Jambi. Namun, udara yang seharusnya terasa segar justru masih menyisakan persoalan. Kabut asap belum sepenuhnya pergi.
Pada Jumat (28/8/2026) pukul 05.00 WIB, kualitas udara di sekitar Muara Tebo tercatat mengalami perbaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Berdasarkan pemantauan IQAir.com, indeks kualitas udara (AQI⁺ US) berada di angka 196, masuk kategori Tidak Sehat.
Angka itu sekilas membawa kabar baik.
Sebab, sehari sebelumnya, kualitas udara di Muara Tebo sempat berada pada titik yang jauh lebih mengkhawatirkan. AQI tercatat mencapai 458, atau masuk kategori Berbahaya, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 304,1 µg/m³.
Kini angka tersebut turun cukup tajam.
Tetapi persoalannya belum selesai.
Di balik angka 196, terdapat konsentrasi PM2.5 sebesar 120,2 µg/m³. Partikel-partikel berukuran sangat kecil itu menjadi polutan utama yang terpantau pada Jumat pagi.
IQAir juga mencatat PM10 mencapai 174 µg/m³, NO₂ sebesar 27 µg/m³, SO₂ 2 µg/m³, dan karbon monoksida (CO) 613,6 µg/m³.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat masih diminta berhati-hati.
IQAir merekomendasikan warga menghindari olahraga di luar ruangan, menutup jendela agar udara tercemar tidak mudah masuk ke dalam rumah, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, serta menyalakan alat pembersih udara jika tersedia.
Bukan Sekadar Angka
Bagi masyarakat yang menjalani aktivitas sehari-hari di Tebo, persoalan udara bukan sekadar angka yang muncul di layar.
Kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti sejumlah wilayah telah menjadi bagian dari pemandangan pagi hingga sore.
Jarak pandang dapat terganggu. Mata terasa perih. Tenggorokan tidak nyaman. Sebagian warga bahkan mengeluhkan gangguan pernapasan.
Di tengah kondisi tersebut, turunnya AQI dari 458 menjadi 196 tentu patut dilihat sebagai perkembangan positif.
Namun, angka 196 masih berarti “Tidak Sehat”.
Artinya, udara yang dihirup masyarakat belum dapat dikatakan kembali normal.
Perbaikan indeks kualitas udara juga tidak otomatis menjawab pertanyaan mengenai dari mana polusi berasal dan kapan masyarakat benar-benar dapat kembali menghirup udara bersih.
Setelah Angka 458
Beberapa hari terakhir menjadi catatan serius bagi kualitas udara Tebo.
AQI 458 yang tercatat di Muara Tebo pada 26 Agustus lalu menggambarkan betapa buruknya kondisi udara saat itu. Konsentrasi PM2.5 bahkan mencapai 304,1 µg/m³.
Kini, dua hari kemudian, angkanya turun menjadi 196.
Dari zona “Berbahaya” ke “Tidak Sehat”.
Ada perbaikan, tetapi belum ada alasan untuk lengah.
Sebab kabut yang terlihat mata dan udara yang terasa ketika dihirup merupakan pengingat bahwa persoalan belum benar-benar berakhir.
Di balik grafik yang menurun, masih ada masyarakat yang harus beraktivitas, anak-anak yang harus belajar, pedagang yang harus membuka lapak, pengendara yang harus melintas, dan keluarga yang tetap menjalani kehidupan sehari-hari di tengah udara yang belum sepenuhnya bersih.
Tebo Masih Menunggu Udara Bersih
Pagi di Tebo mungkin terlihat sedikit lebih baik dibandingkan hari sebelumnya.
Namun, udara sehat belum kembali.
Angka AQI boleh turun, tetapi kewaspadaan masyarakat seharusnya tidak ikut turun.
Selama kabut asap masih terlihat dan konsentrasi PM2.5 masih tinggi, persoalan kualitas udara tetap membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Karena pada akhirnya, yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya angka AQI yang membaik.
Masyarakat Tebo membutuhkan udara yang benar-benar bersih untuk dihirup.
Data kualitas udara bersumber dari IQAir.com dan merupakan kondisi pemantauan pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB. Indeks dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin, sumber emisi, dan kondisi kebakaran di wilayah sekitar.***