Kabut Asap Karhutla Mulai Berdampak, Kasus ISPA di Tebo Capai 17.872

Ilustrasi AI
Kabartebo.com - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Dalam sepekan terakhir, bau asap semakin tercium di sejumlah wilayah dan berpotensi memperburuk gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo menunjukkan kasus ISPA mengalami peningkatan pada periode Januari hingga minggu kedua Agustus 2026.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, Ari Setiawan, menyebut terdapat kenaikan ribuan kasus dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Pada periode yang sama tahun 2025 tercatat 14.454 kasus, sedangkan tahun 2026 mencapai 17.872 kasus. Artinya, terjadi peningkatan sebanyak 3.418 kasus,” kata Ari saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).
Menurut Ari, peningkatan kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Beberapa puskesmas yang mencatat sebaran kasus ISPA cukup tinggi antara lain wilayah Pulau Temiang, Kecamatan Tebo Ulu, Tuo Pasir Mayang, Kecamatan VII Koto Ilir, serta wilayah Rimbo Bujang.
Di tengah meningkatnya paparan asap, Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan obat dan pelayanan bagi pasien ISPA masih dalam kondisi aman dan mencukupi.
Ari mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan paru.
“Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika asap meningkat. Jika asap di luar pekat, tutup ventilasi agar polusi tidak masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Selain menghindari paparan asap, masyarakat juga diminta tidak menambah sumber polusi dengan membakar sampah maupun membersihkan pekarangan menggunakan metode pembakaran.
Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat mengenali sejumlah gejala awal ISPA, seperti batuk, pilek, iritasi tenggorokan, serta mata perih dan berair.
Jika kondisi berkembang menjadi lebih berat, terutama mengalami sesak napas, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.
Peningkatan kasus ISPA tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Tebo. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengurangi paparan udara yang tercemar hingga kualitas udara kembali membaik.***