Gubernur Klaim Tak Ada Titik Api, Warga Tebo Tantang: Asap Pekat Ini dari Mana?

Ahmad Firdaus, Masyarakat Peduli Lingkungan Kabupaten Tebo.
Kabartebo.com – Pernyataan Gubernur Jambi yang menyebut tidak ada lagi titik api di wilayah Provinsi Jambi menuai bantahan keras dari Masyarakat Peduli Lingkungan Kabupaten Tebo.
Ahmad Firdaus menilai pernyataan tersebut bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Sebab, Rabu (26/8/2026), kabut asap justru semakin pekat menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Tebo.
Kondisi tersebut, kata Ahmad, bukan hanya mengganggu jarak pandang. Warga juga mulai mengeluhkan mata perih dan gangguan pernapasan akibat udara yang diduga tercemar asap karhutla.
“Kalau benar tidak ada lagi titik api, lalu asap setebal ini datang dari mana?” ketus Ahmad.
Ia meminta Gubernur Jambi tidak hanya melihat kondisi karhutla berdasarkan layar pemantauan atau laporan administratif. Menurutnya, pemerintah harus melihat langsung kondisi masyarakat yang setiap hari berhadapan dengan kabut asap.
“Jangan hanya melihat titik api dari layar pemantauan. Turun dan lihat langsung kondisi masyarakat di Tebo,” tegasnya.
Tak hanya kepada Gubernur Jambi, Ahmad juga menyampaikan kritik kepada pemerintah pusat. Ia meminta Presiden RI Prabowo Subianto tidak menerima begitu saja setiap laporan mengenai kondisi karhutla di Jambi tanpa melakukan verifikasi terhadap kondisi faktual di lapangan.
“Pak Presiden, datang dan lihat langsung kondisi kami di Tebo. Rasakan sendiri udara yang dihirup warga sudah tercemar asap,” katanya.
Menurut Ahmad, masyarakat tidak membutuhkan pernyataan bahwa kondisi sudah aman jika kenyataan yang mereka rasakan justru sebaliknya.
“Yang dibutuhkan masyarakat itu udara bersih, transparansi dan penanganan nyata. Bukan sekadar klaim bahwa situasi sudah aman,” ujarnya.
Ia mempertanyakan bagaimana mungkin kabut asap semakin pekat sementara pemerintah menyatakan tidak ada lagi titik api.
“Kabutnya nyata. Keluhannya nyata. Lalu, apakah masalahnya juga mau diakui nyata?” katanya.
Ahmad mendesak pemerintah segera membuka informasi secara transparan mengenai sumber asap yang masih menyelimuti Kabupaten Tebo. Jika memang bukan berasal dari titik api di wilayah Jambi, pemerintah dinilai harus mampu menjelaskan sumber asap tersebut kepada masyarakat.
Lebih jauh, ia meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah luar biasa dengan mempertimbangkan penetapan kondisi karhutla di Jambi sebagai bencana nasional.
“Ini sudah sangat parah,” pungkasnya.
Di tengah pernyataan pemerintah bahwa titik api telah tidak ada, masyarakat Tebo justru masih melihat dan merasakan kabut asap semakin pekat. Klaim di atas kertas kini berhadapan dengan realitas di lapangan.***