Genset Rp548 Juta Jadi Bola Panas, Forum Akal Sehat Tantang DPRD Tebo Buka-bukaan

Ahmad Firdaus salah satu anggota Forum Akal Sehat Masyarakat Kabupaten Tebo.
Kabartebo.com – Polemik bantuan mesin genset senilai sekitar Rp548 juta kepada Polda Jambi kembali memanas. Kali ini, Forum Akal Sehat Masyarakat Kabupaten Tebo bakal mendatangi Kantor DPRD Tebo untuk menagih penjelasan terkait proses penganggaran hingga pengesahan bantuan tersebut.
Forum mempertanyakan satu hal mendasar: apakah DPRD Kabupaten Tebo memang mengetahui dan mengesahkan hibah mesin genset yang bersumber dari APBD tersebut?
Pertanyaan itu dinilai penting karena DPRD merupakan lembaga yang memiliki fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.
“Kita akan menanyakan hal itu, apakah DPRD Kabupaten Tebo ada mengesahkan hibah mesin genset kepada Polda Jambi,” kata Ahmad Firdaus, anggota Forum Akal Sehat Masyarakat Tebo, Rabu (26/8/2026).
Menurut Firdaus, polemik ini tidak boleh berhenti pada saling lempar tanggung jawab. Jika penganggaran dan pemberian hibah tersebut telah melalui mekanisme yang benar, DPRD dinilai tidak perlu ragu menjelaskannya secara terbuka kepada masyarakat.
Sebaliknya, jika terdapat persoalan dalam prosesnya, publik berhak mengetahui di mana letak persoalannya.
“Ini uang rakyat. Bukan uang pribadi pejabat atau uang milik lembaga tertentu. Karena itu, masyarakat berhak tahu bagaimana uang tersebut dibelanjakan dan kepada siapa diberikan,” tegasnya.
Firdaus juga menyentil sikap DPRD Tebo yang disebut tengah berencana memanggil pihak RSUD Sultan Thaha Saifuddin (STS) Tebo terkait dana BLUD belasan miliar rupiah yang disebut tidak disimpan di Bank Jambi.
Ia mempertanyakan konsistensi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Menurutnya, DPRD memang memiliki kewenangan mengawasi pengelolaan keuangan daerah. Namun fungsi tersebut semestinya berlaku dua arah: mengawasi pemerintah daerah sekaligus membuka transparansi penggunaan anggaran DPRD sendiri.
“Jangan hanya sibuk dengan anggaran lain, sementara anggaran sendiri kemungkinan ada indikasi salah guna,” ujarnya.
Tak hanya soal genset, Forum Akal Sehat juga akan mempertanyakan anggaran DPRD Kabupaten Tebo yang nilainya mencapai Rp16 miliar lebih.
Mereka ingin mengetahui secara terbuka bagaimana anggaran tersebut digunakan, apa saja komponennya, serta bagaimana pertanggungjawabannya kepada masyarakat.
Rp16 miliar bukan angka kecil. Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Tebo, transparansi terhadap setiap rupiah APBD menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Firdaus menegaskan, pihaknya tidak ingin DPRD hanya menjadi lembaga yang rajin mempertanyakan penggunaan anggaran pihak lain, tetapi enggan membuka penggunaan anggarannya sendiri.
“Untuk itu, dalam aksi demo nanti, Forum Akal Sehat Masyarakat Kabupaten Tebo juga akan menanyakan transparansi penggunaan anggaran DPRD Kabupaten Tebo sebesar Rp16 miliar lebih,” katanya.
Ia menilai masyarakat saat ini tidak cukup hanya diberi jawaban normatif. DPRD harus berani menunjukkan data dan menjelaskan dasar penggunaan anggaran secara terbuka.
Jika semuanya sesuai aturan, buka dokumennya. Jika mekanismenya benar, jelaskan kepada publik. Jangan biarkan masyarakat terus bertanya-tanya.
Forum Akal Sehat memastikan aksi tersebut menjadi momentum untuk menguji sejauh mana DPRD Tebo menjalankan fungsi pengawasan dan keterbukaannya terhadap masyarakat.
“Jangan alergi dengan kritik. Kita datang bukan untuk mencari keributan, tetapi untuk meminta jawaban atas penggunaan uang rakyat,” tegas Firdaus.
Ia pun melontarkan tantangan terbuka kepada para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Tebo.
“Tunggu kedatangan kami ya tuan-tuan dewan!” pungkasnya.***