AQI Muara Tebo Capai 194, PM2.5 Tembus 116,6 µg/m³: Udara Masih Tidak Sehat
Kabartebo.com – Kondisi udara di wilayah Muara Tebo, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, kembali menunjukkan kualitas yang mengkhawatirkan. Di tengah kabut asap yang masih dirasakan masyarakat, indeks kualitas udara (AQI⁺ US) pada Jumat (28/8/2026) pukul 18.00 WIB tercatat mencapai 194, atau masuk kategori Tidak Sehat.
Data pemantauan tersebut bersumber dari IQAir.com, yang mencatat polutan utama di kawasan dekat Kabupaten Tebo adalah particulate matter 2.5 (PM2.5).
Konsentrasi PM2.5 saat itu mencapai 116,6 µg/m³. Partikel berukuran sangat kecil tersebut menjadi perhatian karena dapat terhirup hingga jauh ke dalam saluran pernapasan.
Tidak hanya PM2.5, kondisi polusi udara juga terlihat dari konsentrasi PM10 yang mencapai 168 µg/m³. Sementara itu, nitrogen dioksida (NO₂) tercatat 27 µg/m³, sulfur dioksida (SO₂) 2 µg/m³, dan karbon monoksida (CO) sebesar 717,9 µg/m³.
IQAir mencatat konsentrasi PM2.5 tersebut sekitar 23,3 kali lipat dari nilai panduan tahunan WHO.
Kabut Asap Masih Menyelimuti
Memburuknya kualitas udara ini terjadi ketika wilayah Kabupaten Tebo masih menghadapi persoalan kabut asap yang diduga berkaitan dengan karhutla.
Dalam kondisi seperti ini, kualitas udara menjadi salah satu indikator penting untuk melihat seberapa besar paparan polutan yang dihadapi masyarakat.
Kategori Tidak Sehat berarti kualitas udara sudah berada pada tingkat yang dapat memberikan dampak bagi kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan.
Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara perlu membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai dan mengurangi paparan langsung terhadap udara yang tercemar.
Jangan Hanya Menunggu Asap Hilang
Kondisi ini kembali menempatkan persoalan karhutla sebagai pekerjaan serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum.
Penanganan kabut asap tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Upaya pencegahan, pemantauan wilayah rawan kebakaran, penelusuran sumber asap, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran harus berjalan secara konsisten.
Apalagi, dampak karhutla tidak berhenti pada kawasan yang terbakar. Asap dapat menyebar dan memengaruhi kualitas udara di wilayah permukiman serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Data AQI 194 dan PM2.5 116,6 µg/m³ pada Jumat malam menjadi gambaran bahwa persoalan kualitas udara di Muara Tebo belum sepenuhnya teratasi.
Masyarakat kini tidak hanya membutuhkan informasi mengenai titik api, tetapi juga langkah nyata untuk memastikan udara yang mereka hirup kembali aman.
Sumber: IQAir.com.